Seminar-Fieldtrip Menelusuri Jejak Sesar Opak bersama SM IAGI UGM

Apakah pembaca tau hal yang paling asik dalam dunia geologi? Yak fieldtripnya. Kalau hal yang memusingkan? Laporan dari fieltrip tersebut hahaha. Tapi kali ini aku mengikuti fieltrip bukan dari  bagian tugas praktikum dari kampus. Pada 14-15 Oktober 2017 SM IAGI UGM mengadakan seminar dan fieldtrip NEOTECT, materi yang dibahas mengenai penelusuran jejak sesar Opak, mengetahui pengaruh dan solusi pembangunan Yogyakarta di masa depan . Gempa Yogyakarta tahun 2006 terdengar familiar, kan? Nah gempa tersebut merupakan hasil energi dari sesar opak yang lama tersimpan sebelum terhempaskan pada Gempa Yogyakarta dahsyat pada tahun 1883. Seminar dan fieltrip Tersebut tidak terdapat acara dan tugas mengenai laporan. Jadi filedtripnya asik-asik bebas tugas.

Acara tersebut terbagi menjadi dua rangkaian acara dalam dua hari yang berbeda. Tentunya acara tersebut dilaksanakan pada akhir pekan, aku pun bisa mudik dari semarang. Sabtu, 14 Oktober 2017 merupakan sesi seminar yang diselenggarakan pada gedung A FMIPA UGM. karena lokasi test SBMPTN ku di gedung sebelahnya, tentu aku tidak terlalu kerepotan. Pengisi seminar pun tidak kalah keren. Ada Ibu Gayatri Indah Marliyani, Ph.D dari Departemen teknik Geologi UGM, beliau mengulas lebih dalam mengenai Sesar Opak. Pak Aris Prasena, M.Sc dari kepala sub perhubungan, tata ruang, pemukiman, dan ESDM DIY, beliau membahas mengenai rencana tata ruang DIY. dan Pak Jazuli, S.T dari dinas PUP ESDM DIY, beliau membahas mengenai bahan-bahan tambang yang dapat dimanfaatkan di sekitar DIY.

Dari ketiga pengisi tersebut, materi yang paling baik tersampaikan jelas materi dari Ibu Gayatri. beliau mengenalkan Sesar secara umum sehingga peserta dari kalangan non-geologi mudah memahami. Presentasi beliau pun diperjelas dengan gambar ilustrasi yang memudahkan dalam penggambaran Sesar. Tak banyak yang bisa aku catat, mungkin beliau menjelaskan sedikit lebih cepat atau aku yang lambat dalam menulis dan mencerna. Beberapa istilah yang aku kenal saat belajar olimpiade pun muncul kembali seperti prisma akresi, gelombang gempa primary dan second wave. Materi dari Pak Aris dan Pak Jazuli memang lebih tidak menarik karena membahas banyak mengenai perundang-undangan dan rencana pemerintah dalam mengatur tata ruang. Namun seminar bisa hidup karena terdapat sesi tanya jawab. Prof. Otto dari LIPI lebih banyak bertanya dibanding peserta lain. yang aku ingat, Mbak Aya dari panitia menanyakan mengenai pembangunan bandara NYIA yang berada di kawasan pesisir pantai Glagah yang memiliki potensi tsunami lebih besar. Pak Aris menjawab jika semua pembangunan bandara tersebut sudah dihitungkan potensi bencana alam yang akan terjadi seperti resiko tsunami yang dapat di tahan dari pohon-pohon cemara yang ditanam di sekitar pantai Glagah-Congot.

Seminar sedang membahas mengenai sesar opak bersama Ibu Gayatri

Fieldtrip menelusuri jejak sesar Opak dilaksanan hari berikutnya. Peserta dikumpulkan di Lapangan Satu Bumi FT UGM pukul tujuh pagi. Malam sebelum pelaksanaan, tiap peserta mendapat pesan/surel dari panitia mengenai peralatan yang sebaiknya dibawa saat fieldtrip. Tapi.... aku malamnya tidak membuka email. Jadi aku hanya membawa peralatan berdasarkan feelingku saja, mantel, sandal jepit dan alat tulis. Aku datang lebih lambat dari peserta lain, sehingga aku masuk bis yang didominasi oleh panitia. Didalam bis aku berkenalan dengan Mas Yazid, T.Geologi UGM 2015. setelah mengobrol lama, ternyata Mas Yazid mengenal bapakku, karena urusan LCCK mungkin.  Fieldtrip kali ini didampingi oleh Bu Gayatri dan Prof Otto.

Setelah sampai lokasi pertama, aku kelupaan kenapa tidak memakai sepatu lapangan setelah melihat setengah peserta menggunakan sepatu lapangan. Aku malah memakai sepatu trainning, enteng dipakai tapi kalau dipakai menginnjak batu-batu juga tidak stabil. Lokasi pertama berada di sebuah tambang daerah Segoroyoso, Plered, Bantul. Aku tidak menanyakan bahan apa yang ditambang dari daerah tersebut. Perkiraanku mungkin menambang gamping karena banyak gamping yang tercecer di sekitar lokasi. Bu Gayatri dan Prof Otto menjelaskan singkapan pada lokasi tersebut, menggambarkan ilustrasi penampang dari lokasi tersebut menggunakan papan tulis portable dan dikelilingi para peserta. Lokasi tersebut terdapat singkapan dengan terdapat perlapisan batuan yang terpotong yang menandakan singkapan tersebut terdapat sesar aktif. Setiap Sesar akan menghancurkan batuan di sekitar dan akan membentuk Gouch. Pada bagian atas sesar akan terbuka karena tekanan yang rendah dan akan terisi batuan lain. 

Tampak aku (baju coklat) berada di lokasi pertama dengan Ibu Gayatri (baju hijau)
sumber: Offical Account Line SM IAGI UGM

Ibu Gayatri sedang menjelaskan mengenai Lokasi Pertama


Lokasi pengamatan kedua berada di belakang TPA Piyungan, Bantul. Lokasi tersebut terdapat sebuah singkapan besar karena bekas penambangan dan di kelilingi oleh puluhan sapi-sapi yang berkeliaran! Saat peserta turun dari bis, sapi-sapi tersebut berlarian ke tempat lain. Penggambarannya seperti film Narinia 2, bagian perang grup Aslan hahaha. Singkapan tersebut sangat jelas perlapisan antar batuan dan bidang sesar. Banyak sesar-sesar yang di jumpai pada singkapan tersebut, karena sesar opak merupakan zona dari banyak sesar. Pada bagian atas singkapan terdapat tanah-tanah lapuk yang disebut soil. Saat mengamati salah satu sesar, peserta pun sedikit bingung karena sesar tersebut terlihat seperti sesar turun. Namun Bu Gayatri menjelaskan bahwa sesar tersebut merupakan sesar geser yang mana sesar tersebut menyebabkan sedikit naik atau turun pada perlapisan. pada bidang sesar terdapat striasi yang lama kelamaan menjadi mineral clay. kelalaian ku yang kedua adalah tidak membawa topi. saat berada di lokasi kedua, matahari sudah mendekati zenith dan sedang cerah-cerahnya langit siang. Sudah jelas menikmati singkapan dengan kepanasan.

Ibu Gayatri mengecek adanya striasi pada sesar

Singkapan pada lokasi kedua. Tampak jelas perlapisan antar batuan


Sebelum menuju ke lokasi pengamatan terakhir, peserta pun mendapat waktu isoma di masjid di jalan Prambanan-Piyungan. Sekitar satu jam istirahat, peserta berangkat menuju ke tempat wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman. Sesampainya di lokasi, Prof Otto menekankan bahwa lokasi tersebut tidak ditemukan adanya breksi. Sehingga penamaan lokasi  wisata tersebut tidak pas. bersamaan dengan para wisatawan, peserta pun masih mengikuti dari penjelasan Ibu Gayatri dan Prof Otto. Memang sesar yang terdapat pada lokasi tersebut tidak sebanyak dari lokasi sebelumnya, mengingat lokasi Tebing breksi jauh  dari zona sesar Opak. Namun terdapat sebuah sesar naik yang terlihat jelas di dekat tangga naik. Bu Gayatri memberi tau cara lain untuk mengetahui sebuah sesar, Terminologi pemendekan untuk sesar naik dan Terminologi pemanjangan untuk sesar karena jika menggunakan konsep hanging wall dan foot wall tidak ideal jika lapisan tersebut sudah terrotasi. Setelah naik tangga, di bagian atas tebing breksi, Prof Otto menjelaskan mengenai batuan yang tererosi dan menyatakan pendapatnya jika tebing breksi diberi keterangan terlebih mengenai geologi agar masyarakat pengunjung bisa lebih paham.

Ibu Gayatri menjelaskan mengenai sesar naik pada tangga Tebing Breksi


"Lha endi breksine, kui Tuff kok" - mbak mahasiswa geologi
Pukul lima sore rombongan pun kembali lagi ke lapangan Satu Bumi FT UGM. Acara ditutup oleh panitia. Sebenarnya peserta dapat mengikuti salah satu dari acara tersebut, tetapi dengan bea seratus ribu aku udah dapat megikuti dua rangkaian acara tersebut dan mendapat ilmu dan pengalaman banyak mengenai fieldtrip maupun sesar Opak. Zona sesar opak yang melintang dari pantai Parangtritis hingga Prambanan merupakan sesar aktif, yang selama ini telah tercatat pada tahun 1883 dan 2006 terdapat gempa besar akibat pelentingan energi yang di simpan. Kita tidak tahu kapan energi tersebut akan dilentingkan dan sebagai penduduk zona tersebut, kita hanya bisa berwaspada dan bersiap diri dengan alam :)


Komentar

MILAMUYA mengatakan…
Huaa menarik!

Postingan populer dari blog ini

Mencoba kembali untuk Nge-Blog :)))

Study Tour Pawitikra 2013 - Day - & 1 (done)

Naik Bus Trans Jogja